Integrasi Rekam Medis Gigi Lintas Klinik Menuju Sistem Forensic-Ready Di Era Transformasi Digital

Authors

  • Fery Setiawan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri
  • Basma Rosandi Prakosa Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Abstract

Integrasi sistem rekam medis gigi lintas klinik merupakan langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan rekam medis elektronik yang efisien sekaligus memiliki kesiapan forensik (forensic-ready system). Kebutuhan ini sejalan dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, yang menekankan pentingnya integrasi data kesehatan antar-fasilitas dalam kerangka sistem elektronik nasional. Berdasarkan landasan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pemahaman santri terhadap pentingnya digitalisasi rekam medis gigi sebagai sarana identifikasi diri yang dapat digunakan untuk mendukung pengisian data antemortem. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2025 di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kabupaten Sumenep, dengan melibatkan 400 santri. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat literasi kesehatan gigi dan memperkenalkan konsep pencatatan status gigi sebagai bentuk identifikasi forensik sederhana yang relevan dengan prinsip Minimum Forensic Dental Dataset (MFDD). Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan tatap muka dengan media PowerPoint dan booklet, disertai evaluasi pre-test dan post-test berdasarkan desain penelitian quasi-experimental study. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pemahaman peserta setelah edukasi (p < 0.001; uji Wilcoxon, α = 0.05), yang menandakan efektivitas pendekatan edukatif berbasis teknologi informasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa penerapan prinsip Permenkes 24/2022 dalam edukasi forensik sederhana mampu memperkuat kesadaran digital di lingkungan pesantren dan meningkatkan kesiapsiagaan institusi terhadap kebutuhan identifikasi di era integrasi sistem kesehatan nasional.

Downloads

Published

2026-01-17