Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi Sejak Dini dengan Edukasi Jajanan Sehat di MI Darul Hikam, Junrejo, Batu

Authors

  • Akhiyan Hadi Susanto Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya
  • Yulian Wiji Utami Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya
  • Laily Yuliatun Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya
  • Fransiska Imavike Fevriasanty Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya
  • Septi Dewi Rachmawati Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya
  • M. Ainur Izzah Maulana Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua penyakit tidak menular yang semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat pola makan tidak sehat, rendahnya aktivitas fisik, serta kebiasaan mengonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak. Kondisi ini perlu diwaspadai karena faktor risikonya sering muncul sejak masa anak-anak. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko kesehatan serta meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya jajanan sehat. Kegiatan ini melibatkan 94 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD, di MI Darul Hikam, Junrejo, Batu dengan metode yang meliputi skrining BMI dan tekanan darah, edukasi interaktif tentang hipertensi, diabetes, dan jajanan sehat melalui pre–post test, serta demonstrasi dan praktik pembuatan jajanan sehat yang diikuti seluruh siswa. Hasil menunjukkan bahwa 10 siswa memiliki status gizi overweight-obesitas dan 12 siswa terdeteksi mengalami peningkatan tekanan darah, sementara hasil pretest 79% dan postest 85% memperlihatkan peningkatan 6% pengetahuan siswa terkait penyakit dan jajanan sehat. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung efektif dalam menumbuhkan kesadaran gizi dan perilaku hidup sehat sejak dini. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah menerapkan program kantin sehat, mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam kurikulum sekolah, serta bekerja sama dengan puskesmas dan orang tua untuk melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkelanjutan

Downloads

Published

2026-01-17