Pengenalan dan Praktikum Uji SACH untuk Identifikasi Karbohidrat pada Tumbuhan bagi Siswa SD Kelas 3–4 di Islamic International School, Grogol, Kediri
Abstract
Pembelajaran sains di sekolah dasar, khususnya materi fotosintesis, masih cenderung disampaikan secara abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa pada tahap operasional konkret. Pendekatan pembelajaran berbasis eksperimen sederhana dan kontekstual, seperti Uji Sach untuk mengidentifikasi pati sebagai hasil fotosintesis pada daun, berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep fotosintesis siswa sekolah dasar melalui pengenalan dan praktikum Uji Sach. Kegiatan dilaksanakan di Islamic International School, Grogol, Kediri dengan melibatkan siswa kelas 3–4 serta guru IPA/guru kelas sebagai mitra. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi singkat, demonstrasi eksperimen, praktik langsung oleh siswa, diskusi hasil pengamatan, serta evaluasi pembelajaran menggunakan desain one group pre-test–post-test. Instrumen berupa tes objektif delapan butir soal dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan Uji Paired Sample t-Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa pada seluruh indikator pembelajaran. Nilai pre-test berada pada rentang 18–50% dengan rerata 33,9 ± 10,4, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 82–93% dengan rerata 88,6 ± 4,1. Uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Peningkatan paling menonjol terjadi pada indikator fungsi larutan yodium, area daun yang mengalami fotosintesis, dan perubahan warna daun setelah Uji Sach. Selain peningkatan kognitif, siswa menunjukkan partisipasi aktif, sementara guru memperoleh pengayaan metode pembelajaran IPA yang aplikatif. Secara keseluruhan, praktikum Uji Sach terbukti efektif dan berpotensi direplikasi sebagai strategi pembelajaran sains kontekstual di sekolah dasar
